Mengapa istri menolak bercinta dengan suami padahal sudah ada ancaman mengerikan dari hadits Rasulullah?

Para suami jangan dulu melaknat istri! Barangkali ada alasan-alasan psikis dan fisiologis yang menyebabkan istri ketakutan tiap kali diajak bercinta, dan hal inilah yang perlu menjadi perhatian suami:

1. Keringnya Miss V
Keringnya organ intim wanita seringkali dikarenakan  rendahnya libido. Ini juga erat kaitannya dengan sedikitnya rangsangan untuk membangkitkan libido.

Kondisi miss V yang dalam keadaan kering tersebut dapat menyebabkan rasa sakit pada saat suami melakukan penetrasi. Bila istri sering mengalami rasa sakit akan menimbulkan trauma sehingga takut dan enggan melakukan hubungan seks dengan pasangannya.

Selain  disebabkan oleh rendahnya libido, kering pada miss V juga bisa karenakan proses menopause atau pada masa wanita sedang menyusui.

Hal yang berkaitan dengan masalah psikologis seperti rasa cemas pada waktu berhubungan juga dapat menyebabkan miss V kurang kurang dalam memproduksi cairan.

Sebagai solusinya, sebaiknya sebelum bercinta melakukan foreplay terlebih dahulu dengan pasangan, sebagaimana hadits Rasulullah:

“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Baca selengkapnya mengenai foreplay dalam Islam di artikel selanjutnya.

2. Sulit mencapai orgasme

Salah satu alasan lainnya keengganan istri dalam melayani suami adalah karena istri tak pernah merasakan nikmatnya orgasme.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyatakan:

“Apabila seorang laki-laki telah terpenuhi hajatnya dengan keluar mani, tahanlah hingga istri terpenuhi. Karena sang istri terkadang lambat meraihnya. Menyelesaikan hubungan seperti itu (maksudnya tanpa istri mencapai puncak) merupakan siksaan bagi istri.”

3. Merasa Tertekan

Faktor psikologis istri juga sangat berperan penting dalam menaikkan libido atau keinginan berhubungan intim.

Ketika istri merasa stres, depresi, tidak nyaman dengan perlakuan suami, maka ia akan cenderung malas dan enggan untuk melayani kebutuhan seks suami.

Oleh karena itu, pasutri perlu menjaga hubungan yang sehat dan positif.

Demikian postingan ini, semoga bermanfaat.

Sumber: Ummi-online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here