Pernahkah dibuat kikuk oleh wanita, terutama istri tercinta? Sebentar ia nampak biasa, tapi tak lama entah angin apa tiba-tiba ia bisa menangis. Menghadapi istri yang menangis katanya lebih pusing dibanding menghadapi bos yang galak. Saat menyiapkan diri untuk menjadi pendengar curhatan dan cerita istri, ternyata itu lebih membingungkan dibandingkan mendengarkan cerita teman yang memiliki hutang hingga milyaran. Rasanya bagi para lelaki, berhadapan dengan istri apapun yang dilakukan akan nampak salah.

Jika istri mengeluh dan masih menunjukkan emosi dengan kata-katanya itu adalah hal yang baik. Justru ketika ada hal-hal yang tidak diungkap dan dikatakan, itulah yang harus dikhawatirkan para suami. Dan berikut adalah hal-hal yang dinanti para istri yang perlu diketahui suami.

Istri Hanya Ingin Dicinta
Ketika istri menunjukkan sikap cuek atau mood yang tidak baik, kemudian suami membalas dengan sikap tak acuh. Dan di lain waktu suami yang menunjukkan mood-nya yang sedang tidak enak, dan istri pun menghiraukannya. Saling membalas hingga menjadi siklus yang berulang.

Berhentilah saling membalas, justru saat mood istri kurang enak dilihat, inilah saatnya suami menunjukkan cintanya. Sentuhlah istri dengan lembut, sapalah dengan panggilan sayang atau kata-kata penuh perhatian sehingga istri lebih bersemangat. Tunjukkanlah cinta dan sayang Anda, karena hanya itulah yang diinginkan istri.

Ketika Anda dapat menunjukkan cinta dengan segala kekurangan dan kelebihan istri, maka istri pun dapat mencintai Anda dengan segala kekurangan dan kelebihan Anda.

Istri Didera Bosan
Rutinitas memang akan membuat bosan siapapun. Dan rutinitas pada seorang istri akan lebih cepat membuatnya bosan. Bukan berarti apa yang dilakukannya dari mulai mengurusi anak, rumah dan lainnya dilakukan dengan tidak ikhlas. Hanya saja rasa bosan kerap muncul dan menurunkan semangat. Dan untuk mengatasi ini, tidak ada salahnya jika para suami sesekali melepaskan istri dari rutinitas dengan memberi kejutan kecil seperti membawa makanan kesukaan saat pulang kerja, atau jika memungkinkan mengajak ia keluar berduaan di waktu tertentu jika dapat menitipkan anak-anak.

Buatlah istri merasa special tidak hanya pada momen-momen tertentu tetapi secara acak, saat kejenuhan mulai mendera, ini pun dapat memberi energi tersendiri bagi para suami. Bukankah kita kan turut merasa bahagia saat melihat orang yang kita cintai bahagia.

Istri Ingin Dihargai
Penghargaan, semua orang butuh akan hal itu. Tidak ada orang yang ingin bahwa semua kerja kerasnya tidak diketahui bahkan tak dihargai. Mencuci pakaian kotor suami dan anak-anak serta memasak bukanlah kewajiban utama seorang istri. Kewajiban istri adalah merawat dan melayani suami serta mendidik anak-anak, tetapi istri mengerjakan semua mulai dari merawat, melayani, mendidik anak-anak bahkan mencuci dan memasak selalu menjadi prioritas.

Memang semua itu adalah pahala bagi istri, tetapi jika suami bersikap seolah-olah itu adalah hal biasa dan memang hal yang sudah seharusnya dilakukan istri tanpa peduli tentu istri akan mudah sekali merasa kesal dan tidak bersemangat.

Sedikit penghargaan untuk istri dengan hanya ucapan terima kasih, atau pujian kecil atas masakan yang dihidangkannya sudah cukup membuat istri tersenyum. Tak perlu berpura-pura untuk menghargai istri Anda, jika ia tak pintar memasak maka pujilah bagaimana ia selalu dapat membuat rumah rapih dan bersih atau hal lainnya.

Istri Anda telah berusaha untuk membuat seisi rumah dan keluarga nyaman dan menjaga keutuhan rumah tangga.

Istri Tersulut Cemburu
Ada alasan mengapa sebagian wanita tidak peduli dengan poligami. Hati-hatilah ketika membicarakan wanita lain di dekat istri Anda. Jangan pernah membandingkan istri Anda dengan wanita lain, baik ibu Anda, saudara perempuan Anda terlebih dengan teman kerja Anda.

 

Istri Anda ingin bahwa ia menjadi bagian terpenting dalam hidup Anda. Jadi buatlah ia merasa seperti itu. Istri Rasul pun Aisyah ra. pernah cemburu pada Khadijah ra, yang telah meninggal.

Istri ingin Anda Membantunya Menjadi Muslimah Yang Baik
Seorang suami adalah imam, dan kepemimpinan suami harus dapat ditunjukkan dalam membina keluarga. Tidak sedikit suami yang bukan tidak dapat memimpin, tetapi lebih banyak menyerahkan semua urusan pada istri. Ada pula suami yang masih mengikuti semua yang dikatakan ibu atau saudaranya.

Suami seharusnya dapat membimbing istri untuk dapat menjadi seorang muslimah yang baik. Tetapi itu hanya dapat dilakukan jika suami pun memiliki kapasitas seorang pemimpin dan muslim yang baik. Hal ini artinya suami perlu terlebih dahulu meng-upgrade iman dan ilmunya tentang Islam sehingga dapat men-transfer dan mendorong istrinya untuk menjadi istri yang shalilah.

Ketika suami memiliki iman dan ilmu yang cukup, ia tahu bagaimana membawa istri dan keluarganya untuk menjadi keluarga yang penuh kasih sayang, saling membawa ketentraman dan penuh dengan berkah Allah SWT.

Istri Tak Ingin Marah, Tetapi Kadang Suami Memaksanya
Istri suka marah-marah begitulah stereotipe yang beredar. Namun tentu itu tak sepenuhnya benar. Ada beberapa orang (lelaki maupun perempuan) yang tidak pernah puas, apapun yang dilakukan, mereka selalu menemukan kesalahan.

Sebuah hadis yang dikisahkan Ibn ‘Abbas : Rasulullah saw. mengatakan; “Aku diperlihatkan api neraka dan sebagian besar pengisinya adalah wanita yang tidak bersyukur.” kemudian kami bertanya; “Apakah mereka tidak percaya pada Allah (atau mereka tidak bersyukur padaAllah)?” Rasul menjawab; “Mereka tidak bersyukur kepada suaminya dan tidak bersyukur pada bantuan dan kebaikan yang diberikan kepada mereka. Jika suaminya selalu berbuat baik pada salah satu dari mereka dan kemudian si istri melihat sesuatu darimu (yamg bukan hal yang disukai), ia akan mengatakan, aku tak pernah menerima sesuatu yang baik darimu.” (Shahih Bukhari)

Jadi berhati-hatilah wahai para istri, jangan menghilangkan apa yang suami telah berikan dan lakukan untukmu. Terkadang suami membuat situasi yang sulit untuk para istri menahan mulut untuk tidak mengomel. Mulai dari hal kecil seperti lupa menyimpan handuk bekas dipakai pada tempatnya dan dibiarkan tergeletak di lantai atau kursi, lupa membuang sampah bekas snack dan akhirnya dikerubutin semut, sampai lupa memberi kabar saat harus mendadak lembur dan tak dapat dihubungi karena handphone kehabisan batere.

Tidak ada yang sempurna, tetapi tak ada salahnya suami untuk memperbaiki diri, memperhatikan apa yang istri inginkan. Biasanya para istri hanya menginginkan suami membantu sedikit pekerjaan rumah, dengan tidak meninggalkan pakaian kotor sembarangan, menyimpan handuk pada tempatnya, selalu memberi kabar saat ada lembur, dan hal-hal kecil yang kadang tidak penting namun selalu menjadi perhatian para istri. Menjadi suami yang mengikuti keinginan istri bukan berarti kalah atau takut istri tetapi memberinya keluasan untuk melayani dan merawat suami serta tidak memberi alasan untuk terus mengomel.

Yang Terpenting Istri Ingin Hubungan Yang Harmonis dan Langgeng
Seorang wanita tidak menikah hanya karena menikah itu menyenangkan. Wanita menikah karena mereka ingin membangun keluarga yang bahagia bersama pasangan pilihannya. Dan para wanita percaya bahwa suaminya dapat memberikan kebahagian itu.

Kebahagian yang dimaksud tidaklah berkaitan dengan materi yang berlimpah, para istri hanya ingin dapat terus bersama-sama suami yang perhatian, tak pernah berubah menunjukkan cintanya meski mereka akan sama-sama tua.

Ketika kesalahpahaman muncul dan selisih pendapat hadir, atau suami tak suka dengan perilaku atau perkataan istri, ancaman cerai atau perkataan kasar yang menghakimi bukanlah yang ingin didengar dari mulut suami. Menyelesaikan masalah bersama, saling memberi dukungan adalah yang ingin di dapat dari istri. Jadi para suami, jadilah lelaki sejati sebagaimana Rasulullah adalah teladan, karena ia adalah yang paling baik kepada istri dan keluarganya.

Berhati-hatilah dengan trik-trik setan karena setan akan melakukan berbagai cara untuk menghancurkan keluarga muslim. Bersabarlah terhadap istri.Ketujuh hal diatas tidaklah sulit dilakukan bukan? []

Sumber: Ruangmuslimah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here