Gerakan Nasional Penyelamat Fatwa Ulama (GNPF) ulama telah merombak kepengurusan. Pergantian kepengurusan ini dilakukan atas dasar kesepakatan musyawarah anggota.

Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama, Habib Rizieq Syihab berpesan pada kepengurusan baru untuk melawan penyebaran berita palsu (hoaks). Sekaligus meminta bersikap sesuai ajaran Islam yang tidak membenarkan soal berita hoaks.

Jangan sekali-kali melawan kebohongan dengan kebohogan. Melawan hoaks dengan hoaks. “Kepada seluruh aktivis GNPF-Ulama untuk mempertahankan sikap yang elegan,” ujarnya saat konferensi pers di Restoran Larazella, Jakarta, Senin (12/3).

Rizieq menyebut, GNPF Ulama merupakan organisasi anti hoaks. Sebab, ajaran Islam harus memperjuangkan penyebaran berita bohong atau hoaks. “GNPF tetap merupakan satu lembaga atau suatu kelembagaan yang anti hoaks dan antibohong dan antifitnah karena kami selalu berjuang mengikuti ajaran Islam yang mengharamkan kebohongan, mengharamkan fitnah, hoaks untuk mecah belah umat Islam,” ujar Rizieq.

Untuk itu, Rizieq meminta GNPF-Ulama tetap berpegang pada prinsip melawan yang batil dengan yang hak. Artinya kebohongan dilawan dengan kebenaran. “Yang bathil kita lawan dengan yang hak, kebohongan kita lawan dengan kebenaran. Berita-berita hoaks dan fitnah harus kita lawan dengan fakta yang nyata untuk menegakkan kebenaran itu sendiri,” ucapnya.

Ustaz Bahtiar Nasir yang selama ini menjabat ketua umum organisasi itu kini digantikan Yusuf Muhammad Martak. Sementara posisi Sekretaris Jenderal dijabat oleh Muhammad Al Khaththath menggantikan Munarman.

Rizieq hampir satu tahun berada di Makkah. Ia masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan penyebaran konten porno dengan Firza Husein. Pada Februari lalu, Rizieq diisukan bakal pulang ke Indonesia. Namun, ia membatalkan rencana pulangnya pada detik-detik terakhir.

[ROL]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here