Peridangan Pendeta Saifuddin

Sidang penodaan agama dengan terdakwa Pendeta Abraham Ben Moses alias Saifuddin Ibrahim kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang dengan menghadirkan tiga saksi pelapor. Ketiganya adalah Pedri Kasman, Mukhlis Abdullah dan Ali Alatas.

Menurut Pedri Kasman, Abraham tidak membantah seluruh bukti berupa postingan di sosial media yang dilihatkan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pendeta itu juga mengaku yang mengunggah sendiri tulisan dan video yang mengandung penodaan agama.

Atas dasar itu, Pedri yakin Abraham sulit terlepas dari jerat hukum. Seluruh bukti yang dibawa Jaksa dia akui.

“Agaknya sulit bagi Abraham untuk lepas dari jerat Pasal 156a huruf a KUHP dan Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Bahkan Abraham juga dituntut dengan UU tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis,” kata Pedri pada Senin (12/03/2018).

Pedri juga menujukkan postingan-postingan Abraham yang diduga menista agama. Di antara, video berjudul “Pendeta Saefuddin Ibrahim melakukan penginjilan kepada sopir rental” dan “Saifuddin Ibrahim Mantan Islam jadi pendeta. “

“Salah satu kutipan video pertama berbunyi; Shalat lima waktu siapa kuat, nggak shalat zuhur masuk neraka. Lalu pada video kedua, Abraham mengatakan; Islam mengajarkan kekerasan. Boleh membunuh manusia lain karena perbedaan keyakinan. Inilah sebabnya saya (Abraham) katakan bahwa Al Qur’an itu bukan firman Tuhan. Jadi karangan dari Nabi Muhammad, Nabi Muhammad tidur dengan Mariah Qibti,” kata Pedri menirukan pernyataan Abraham dalam salah satu dari video tersebut.

Dugaan penodaan agama lainya tertulis dalam status Facebook Ibrahim. Dalam postingan berjudul ALASAN 17, pendeta ini menulis “sangat jelas sekali bahwa Al-Quran itu bukan dari Allah, Karena sejak awal turunnya tidak seperti Alkitab dituturkan atau di ilhamkan”. Lalu status lainnya yang berjudul ‘DONGENG 15’ diantara isinya: “Muhammad ditanya oleh orang Yahudi dan Kristen tentang ROH, tapi dia nggak tahu. Al-Quran adalah jawaban-jawaban bingung dari Muhammad,”.

Statusnya berjudul ‘SAYEMBARA 11. diantara cuplikan isinya: “Allah SWT adalah delusi. Karena nabi sebelumnya tidak mengenalkan nama ALLAH SWT kepada ummatnya. Allah SWT umurnya sama dengan Muhammad,”.

“Kami menegaskan bahwa Abraham kami laporkan karena tindakannya jelas telah berpotensi mengancam kebhinekaan, membahayakan persatuan bangsa, dan mengundang gejolak di masyarakat,” tukasnya.

Pedri Kasman bersaksi atas kuasa Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta. Ketiga saksi itu bersaksi berdasarkan barang bukti berupa 2 (dua) buah video youtube dan 3 (tiga) postingan di status facebook dengan akun bernama Saifuddin Ibrahim.[Kiblat]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here