IAIN Bukittinggi

IAIN Bukittinggi telah memberlakukan larangan bercadar terhadap mahasiswi dan dosen karena dinilai melanggar kode etik berbusana. Larangan tersebut dilampirkan dalam surat edaran tertanggal 20 Februari 2018 dan ditandatangani oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Dr. Nunu Burhanuddin, Lc, M.Ag.

Kebijakan itu pun terus meluas hingga dinonaktifkannya salah-satu dosen bercadar yang bernama Dr. Hayati Syafri, S.S,M.Pd pada Februari lalu. Sayangnya, keputusan itu hanya disampaikan lewat lisan, dan belakangan surat keputusan tersebut hanya diperlihatkan kepada yang bersangkutan.

“Soal surat tadi, kan suratnya belum diberikan, tidak diberitahu. Lalu dipanggil dekan, baru diperlihatkan suratnya, tetapi tidak boleh dicopy,” ungkap Hayati kepada Kiblat.net pada Selasa (13/03/2018).

Mengkonfirmasi kabar tersebut, Kiblat.net berusaha menghubungi rektorat dan dekan FTIK, IAIN Bukittinggi. Akan tetapi, pihak terkait belum bersedia memberikan penjelasan mengenai alasan pelarangan tersebut.

Sementara itu, Dekan FTIK IAIN Bukittinggi, Dr. Nunu Burhanuddin, Lc, M.Ag menyatakan bahwa berkenaan larangan cadar, akan dijelaskan dalam konferensi pers pada Jumat (16/03/2018) mendatang.

“Terkait ini, kampus akan konferensi pers pada hari Jumat lusa. Informasi dari satu pintu. Mohon maaf,” ungkapnya.

Selain itu, Kiblat.net juga telah berusaha mengontak pihak rektorat dan humas IAIN Bukittinggi. Namun sambungan telepon dan pesan singkat tak direspon oleh yang bersangkutan.[Kiblat]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here