Ilustrasi

Mungkin pernah kita saksikan bersama di kehidupan realita maupun dari film yang pernah kita tonton di televisi, seorang suami yang terlalu mencintai istrinya sampai-sampai memberi pesan terakhir bahwa istrinya tak boleh menikah lagi.

Nah jika pesan terakhir suami seperti itu, apakah wajib ditunaikan?

Memang menjadi hak istri untuk memutuskan ketika suaminya berpesan demikian, namun si istri hendaknya melihat kebutuhan dan kemampuan dirinya, melihat diri dan anak-anak yang harus diurus dan dijaganya. Dan kelak seorang istri akan menemani suaminya di surga, suami yang terakhir menikah dengannya.

Berkata Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin رحمہ الله تـــعالـــﮯ :

“لا يجوز للزوج أن يشترط على زوجته ألا تتزوج أحدا بعده ؛ وذلك لأنه منافٍ للشرع فإن الذي لا يحل نساؤه من بعده هو النبي صلى الله عليه وسلم خاصة . والمرأة إذا فارقها زوجها سواء فرقة حياة أو فرقة موت ، فإنها تكون حينئذٍ حرة تتزوج من شاءت . واشتراط ألا تتزوج بعده اشتراط باطل لا يوفى به “

 

فتاوى نور على الدرب” (19/2)

“Tidak boleh bagi suami mempersyaratkan pada istrinya untuk tidak menikah dengan seorangpun sepeninggalnya, karena hal itu bertentangan dengan syariat,

Karena yang tidak dihalalkan istrinya (menikah lagi) sepeninggal suaminya hanyalah khusus bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja.

Sedangkan seorang wanita yang ditinggal suaminya baik dicerai di masa hidup (suaminya) atau karena cerai mati, maka sebenarnya dia sudah bebas menikah dengan siapa yang dia ingin kehendaki.

Persyaratan agar tidak menikah lagi setelah suaminya meninggal, adalah syarat batil yang tidak boleh ditunaikan. []

Sumber: Ruangmuslimah.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here