Ilustrasi

Ramai diperbincangkan agenda Womans March 3 Maret lalu yang diikuti oleh simpatisan perempuan menuntut untuk dimanusiakan. Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan ide kebebasan dan kesetaraan.

Dengan menggunakan pakaian mini, mereka junjung poster dan spanduk tinggi-tinggi dengan gambar aurat wanita dari dada hingga paha, yang berslogan “Otakmu sing Porno, Klambiku Sing Disalahno”, “Tubuh Gue Bukan Urusan Lo”, dan beberapa slogan lain yang sangat mengiris hati.

Ide kesetaraan gender yang digaungkan oleh Barat telah merambah ke seantero dunia, hingga negeri dengan penduduk muslim terbesar pun ikut menyuarakan ide feminisme ini.
Mereka ingin diakui keberadaannya diranah public, diketahui eksistensinya, dimanusiakan, disetarakankan sama seperti kaum lelaki.

Hal ini akibat sistem kapitalisme yang telah memintal pemikiran wanita hanya terfokus pada keuntungan materi. Mereka ingin keluar dari ranah domestik, meninggalkan kewajiban mereka untuk memasak, mencuci, mengepel, menyapu, dan mengurus anak, agar menjadi orang berdaya dan menghasilkan pendapatan sendiri. Mereka merasa terpenjara dalam rumah dan merasa terdiskriminasi saat tak mendapatkan kedudukan di bidang sosial dan ekonomi.

Sistem kapitalisme juga menyebabkan eksploitasi perempuan kian digiatkan. Kaum hawa yang memiliki keunikan dan daya tarik dari segi bentuk fisiknya, dijadikan kesempatan bagi kaum kapitalis untuk meraup keuntungan, yaitu mereka menjadikan kemolekan tubuh perempuan untuk di eksploitasi. Menjadikan wanita sebagai bintang film dan bintang iklan suatu produk yang diproduksi. Untuk meraup materi, wanita pun rela mengumbar perhiasan auratnya untuk dinikmati oleh seluruh masyarakat secara gratis. Hal inilah yang memicu terjadinya tindakan amoral lelaki hidung belang yang tak sanggup menundukkan syahwat dan pandangan.

ISLAM MEMULIAKAN PEREMPUAN

Islam adalah agama yang sangat menjaga dan memuliakan kaum wanita. Seorang wanita yang berada dirumah menjalankan urusan rumah tangga dan mendidik anak adalah kewajiban yang sesuai fitrah kaum hawa.

Tak dapat dipungkiri, fisik wanita yang sekuat apapun tak akan mampu menggantikan peran lelaki untuk mencari nafkah. Misalkan saja, dalam kondisi wanita yang sedang hamil, dia dipaksa harus tetap ON membanting tulang mencari nafkah. Ketika dia memiliki kewajiban menyusui si buah hati, dia harus berangkat ke sawah membajak dan menanam padi. Pekerjaan lelaki itu berat, wanita tak akan kuat.

Allah membebankan tanggung jawab mencari nafkah berada dipundak suami, karena Allah memang melebihkan laki-laki dari perempuan. Kecuali, dalam hal ketaatan kepada Allah, mereka mendapatkan kewajiban yang sama.
Diantaranya kewajiban suami yaitu mencukupi kebutuhan keluarga, menundukkan pandangan, mendidik istri dan anak-anaknya dengan tsaqafah Islam, menjadi pemimpin keluarga dan tauladan keluarganya. Kewajiban wanita adalah taat kepada suami, mendidik generasi, menjalankan kewajiban diranah domestik, pandai menjaga kehormatan diri dan suami.

Islam juga menjaga wanita dari eksploitasi tubuhnya, agar tak sembarangan orang melihatnya secara gratis. Allah berfirman dalam QS. An-Nur 31 dan QS. Al-Ahzab 59 tentang aturan bagaimana seharusnya wanita menjaga auratnya. Hal ini bukan sebagai bentuk ketidakadilan dan diskriminasi, tapi Allah ingin memuliakan dan melindungi dari syahwat lelaki.

Sistem sekularisme yang memisahkan agama Islam untuk mengatur kehidupan, membuat manusia semakin jauh dari hukum Rabb-nya. Ketaatan individu dan keluarga saja tak cukup untuk membentengi arus feminisme yang kian digencarkan. Butuh sistem Islam yang dapat melawan sistem kufur sekularisme demokrasi ini. Daulah Islam akan mengatur sistem sosial sesuai syariat Islam. Sistem ekonomi juga menurut syariat Islam, sehingga kekayaan tidak berpusat pada para pemilik modal. Tidak akan ada wanita yang sibuk bekerja diluar rumah karena membantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, karena daulah Islam akan mengolah sumber daya alam yang dimiliki negeri muslim untuk dimanfaatkan demi kesejahteraan rakyatnya.
Ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan adanya sistem Islam yang mengatur kehidupan manusia, akan menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis dan diberkahi oleh Allah SWT.

Ditulis oleh Viki N. Muswahida (Praktisi Pendidikan Kabupaten Banyuwangi)

Sholihah Artikel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here