Selain telah menghimpun kekuatan tempur untuk berperang melawan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka atau OPM, ternyata telah menyusun rencana penyerangan ke berbagai titik.

Rencananya penyerangan itu, tercatat dalam ketentuan aturan perang yang telah disusun komando nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM.

Seperti dikutip VIVA di situs resmi TPNPB, Rabu 21 Maret 2018, dalam ketentuan aturan perang itu terdata sasaran atau target yang bakal mereka gempur. Target utama penyerangan pasukan TPNPB OPM adalah prajurit TNI, Polri, dan anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Mereka juga menargetkan gedung-gedung milik Pemerintah Indonesia di Papua, untuk digempur, antara lain:

Pasukan TPNPB

Perusahaan milik asing dan Pemerintah Indonesia; pertambangan emas; tambang gas bumi dan minyak; perusahaan pemotongan kayu; perkebunan kelapa sawit, gedung bangunan pasar umum; dan gedung bank.

Selain itu, TPNPB juga akan menyerang prajurit TNI dari satuan Denzipur yang merupakan pekerja jalan Trans Papua; pesta demokrasi Indonesia, dan surat kotak suara (Pemilihan Umum); pejabat birokrat Papua yang dinilai pro Indonesia; serta pejabat pemerintah yang bukan penduduk pribumi Papua.

Sejauh ini, TPNPB telah mengeluarkan ultimatum perang terhadap TNI dan Polri. Bahkan, dalam waktu dekat mereka berencana mendeklarasikan angkat senjata melawan Indonesia.

Pimpinan TPNPB, Mayjen Legkagak
Pimpinan TPNPB, Mayjen Legkagak

Ultimatum perang itu disampaikan Mayor Jenderal G.Lekkagak Telenggen, usai dilantik sebagai Kepala Staf Operasi Pusat Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). Ultimatum ini, bahkan telah disiarkan meluas melalui situs dan akun Youtube resmi mereka.

“Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional di Papua. Ultimatum perang, saya sudah umumkan, jadi perang harus dilakukan di mana saya, di Papua, ketentuan, aturan perang kita sudah keluarkan itu, Panglima TNI, Polda harus tunduk pada aturan itu TPN di seluruh Papua, perang harus berdasarkan aturan ini. Tujuan, kami ingin perang lawan TNI, Polri sudah tercantum dalam aturan TPN,” kata Lekkagak.

TPNPB mengklaim memiliki pasukan tempur yang mampu merepotkan TNI dan Polri. Bahkan, mereka menyatakan telah menyiapkan senjata dan aturan berperang.

“Kami siap layani mereka (TNI dan Polri), mereka siapkan ribuan personel, saya juga siap ribuan, mereka bawa berapa ratusan senjata saya juga siap, kami siap lawan, demi kemerdekaan Papua,” katanya.

Simak rekaman ultimatum perang OPM ke TNI:

Sumber: Viva

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here