Oleh: Minah, S.Pd.I
(Pengajar dan Pemerhati Remaja, Anggota Komunitas Revowriter)

Keterasingan Islam akan kembali hadir di akhir zaman. Orang-orang beriman yang berpegang teguh dengan Alquran dan Hadits, mengamalkannya secara kaffah atau menyeluruh itu dikatakan radikal. Orang-orang yang beriman menentang kemaksiatan dianggap tidak toleran. Fitnah diakhir zaman, yang bathil dibela mati-matian dan orang yang benar dicela habis-habisan bahkan ada yang dipersekusi serta dianiaya. Hmmm… nyata sudah siapa penyeru kebathilan dan siapa penyeru kebenaran. Astaghfirullah.

Zaman seperti terbalik, orang yang baik disalahkan, yang benar ditentang, menutup aurat dengan sempurna dianggap aneh, tapi yang berpakaian seksi dibiarkan. Menjaga pergaulan dibilang kuper, sedangkan yang gaul bebas didiamin bahkan didukung karena katanya keren. Miris!

Inilah zaman yang dimana Islam dianggap terasing, namun berbahagialah orang-orang yang terasing. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda:“Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut” (HR. Muslim).

//Sifat Orang-orang Yang Terasing//

1. Senantiasa melakukan perbaikan/perubahan ketika manusia sudah rusak

Hadits yang diriwayatkan dari Sahal bin Saad As-Saidi ra., Rasulullah saw bersabda:

“Islam muncul pertama kali dalam keadaan terasing dan akan kembali terasing sebagaimana mulainya, maka berbahagialah orang-orang yang terasing tersebut. Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, siapa al-ghuraba ini?” Rasulullah saw. bersabda, “Mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan ketika manusia sudah rusak.” (Hadits ini diriwayatkan oleh At-Thabrani dalam Al-Kabir).

2. Jumlahnya Sedikit

Ahmad dan Ath-Thabrani dari Abdullah bin Amru, ia berkata; Pada suatu hari saat matahari terbit aku berada di dekat Rasulullah saw, lalu Beliau bersabda:

“Akan datang suatu kaum kepada Allah pada hari kiamat nanti. Cahaya mereka bagaikan cahaya matahari. Abu Bakar berkata, “Apakah mereka itu kami wahai Rasulullah?” Rasulullah bersabda, “Bukan, tapi kalian mempunyai banyak kebaikan. Mereka adalah orang-orang fakir yang berhijrah. Mereka berkumpul dari berbagai penjuru bumi.” Kemudian beliau bersabda, “Kebahagian bagi orang-orang yang terasing, kebahagiaan bagi orang-orang yang terasing.” Ditanyakan kepada beliau, “Siapakah orang-orang yang terasing itu?” Beliau saw. bersabda, “Mereka adalah orang-orang shalih, yang jumlahnya sedikit di antara manusia yang buruk. Orang yang menentang mereka lebih banyak dari pada orang yang menaatinya.” (Al-Haitsami berkata hadits ini dalam Al-Kabir mempunyai banyak sanad. Para perawinya shahih).

3. Mereka adalah kaum yang beranekaragam

Al-Hakim meriwayatkan dalam Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini shahih isnadnya, meski tidak dikeluarkan oleh Bukhari-Muslim. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata; Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah mempunyai hamba-hamba yang bukan para Nabi dan syuhada. Para Nabi dan syuhada sangat tergiur oleh mereka di hari kiamat karena kedekatan mereka dengan Allah dan kedudukan mereka di sisi Allah. Kemudian seorang Arab Baduy (yang ada di tempat nabi berbicara) duduk berlutut, seraya berkata, “Wahai Rasulullah, jelaskanlah sifat mereka dan uraikanlah keadaan mereka pada kami!” Rasulullah bersabda, “Mereka adalah sekelompok manusia yang beraneka ragam, yang terasing dari kabilahnya. Mereka berteman di jalan Allah, saling mencintai karena Allah. Allah akan membuat mimbar-mimbar dari cahaya bagi mereka di hari kiamat. Orang-orang merasa takut tapi mereka tidak takut. Mereka adalah kekasih Allah yang tidak memiliki rasa takut (pada selain Allah ) dan mereka tidak bersedih.”

Oleh karena itu, berbahagialah orang-orang yang terasing, tetaplah istiqomah di jalan Allah. senantiasa tunduk dan taat kepada Allah. Teruslah menyampaikan kebenaran Islam dengan dakwah. Jangan takut, Allah bersama kita dan Allah akan menolong kita. Semangat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here