Foto: Gambar selebaran yang dikeluarkan oleh Pertahanan Sipil Suriah di halaman Media Sosial mereka pada 8 April 2018, menunjukkan mayat di dalam sebuah ruangan menyusul serangan kimia yang diduga terjadi di kota Douma yang dikuasai pemberontak. (Foto AFP)

Milisi rezim Assad menargetkan Douma, sebuah kota di Ghouta timur dengan gas beracun pada Sabtu (07/04/2018). Akibatnya, lebih dari 75 warga sipil tewas, sementara ratusan lainnya menderita sesak napas.

Situs berita Orient melaporkan, helikopter rezim menjatuhkan bom birmil yang berisi gas beracun di atas rumah warga sipil. Secara bersamaan, serangan gas juga diiringi dengan bom napalm yang mudah terbakar sehingga membakar puluhan rumah.

Aktivis menerbitkan foto dan video di media sosial, yang disebut sebagai korban pembantaian di Douma. Dalam foto tampak puluhan warga sipil, kebanyakan wanita dan anak-anak, ditemukan mati dengan busa yang keluar dari mulut mereka karena menghirup gas beracun.

Pertahanan Sipil Suriah mengkonfirmasi bahwa rezim menargetkan Douma dengan 400 serangan, yang kemungkinan besar bermuatan gas klorin. Serangan itu menewaskan 150 warga sipil dan menyebabkan mati lemas 1.000 orang lainnya.

Sebelumnya, serangan rezim menargetkan kota dengan napalm dan roket yang mudah terbakar, sehingga menewaskan 55 warga sipil lainnya dan melukai puluhan lainnya.

Rezim Assad melanjutkan serangan terhadap kota Douma di Ghouta setelah negosiasi dengan kelompok Jaisul Islam berakhir buntu.[]

Sumber: Kiblat.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here