Ilustrasi

Seorang perwira Israel mengatakan, “Kali ini kami bertindak terlalu jauh” – terkait pembunuhan 17 demonstran yang tidak bersenjata di Gaza oleh sniper Israel di tembok pembatas pada hari Jumat (30/3) akan menyebabkan dunia memberi sanksi kepada Israel. Tetapi jika kita membaca sejarah Israel, kita menemukan bahwa pembantaian telah menjadi budaya Israel; dan orang Israel pelaku pembataian belum pernah dituntut karena karena kejahatan mereka. Mereka kebal hukum karena selalu dilindungi dan dibela pemerintah Amerika. Bahkan, beberapa dari mereka yang bertanggung jawab kemudian menjadi perdana menteri Israel.

Inilah sebagian daftar pembantaian Irael terhadap rakyat sipil, pembunuhan biadab terhadap orang-orang yang tidak berdaya (rakyat sipil) oleh tentara haus darah Israel. Mungkin masih banyak lagi yang belum masuk dalam daftar berikut.

1946. Milisi Zionis meledakkan sayap selatan Hotel King David, menewaskan 91 orang, sebagian besar dari mereka adalah warga sipil, untuk memprotes pemerintahan Inggris di Palestina.

1948. Milisi Zionis membantai lebih dari 100 warga sipil di desa Deir Yassin, yang sedang dalam perjalanan ke Yerusalem. Tindakan itu untuk membantu membersihkan jalan bagi kemajuan militer di Yerusalem dan membuat takut ribuan warga Palestina lainnya yang melarikan diri dari desa mereka. Nama Deir Yassin menjadi seruan bagi warga Palestina selama beberapa dekade ke depan meskipun tidak ada pelaku yang dihukum. Seorang perwira yang bertanggung jawab atas pembantaian itu, Menachem Begin, menjadi perdana menteri Israel 29 tahun kemudian.

1948. Selama pengusiran orang-orang Palestina dari kota Lydda di Israel tengah, lebih dari 100 orang ditangkap dan ditahan di sebuah masjid dan kemudian dibantai (menurut buku baru Reja-e Busailah dan lainnya). Peristiwa ini menakutkan ribuan orang Palestina lainnya yang mencari perlindungan di Tepi Barat.

1948. Ratusan warga sipil Palestina dibunuh oleh pasukan Israel di desa Al Dawayima , sebelah barat Hebron. Banyak yang dibunuh dengan cara biadab; kejahatan ini disembunyikan selama beberapa dekade.

1953 . Pasukan Israel yang dipimpin oleh Ariel Sharon menyerang desa Qibya di Tepi Barat yang diduduki Yordania dan membunuh 69 orang, kebanyakan dari mereka wanita dan anak-anak, dengan alasan sebagai pembalasan atas serangan lintas-perbatasan yang menewaskan tiga orang Israel. (Pembantaian diabadikan dalam novel terbaru Nathan Englander sebagai salah satu yang memperkuat reputasi Sharon sebagai seorang perwira yang akan membalas dendam dengan cepat dan mengerikan pada orang-orang yang mencelakai orang Yahudi)

1956 . Pasukan Israel menembak mati para petani di Kfar Qasim yang kembali dari ladang yang tidak menyadari bahwa desa itu telah diterapkan jam malam yang ketat oleh pemerintah Israel sebelumnya hari itu. Empat puluh delapan warga Palestina terbunuh, banyak diantaranya wanita dan anak-anak.

1956 . Pasukan Israel membunuh 275 orang Palestina di Gaza di tengah-tengah Krisis Suez. Pembantaian ini didokumentasikan oleh Joe Sacco di Footnotes di Gaza .

1967 . Pasukan Israel dikatakan telah membunuh puluhan tahanan tentara Mesir di Sinai selama Perang 1967. Ada versi yang mengatakan 100-an orang yang dibunuh.

1970 . Israel membunuh 46 anak-anak Mesir dan melukai 50 lainnya selama serangan udara di sebuah sekolah dasar di desa Bahr el-Baqar, Mesir. Dikenal sebagai Pembantaian Bahr el-Baqar , serangan itu benar-benar telah menghancurkan sekolah dan merupakan bagian dari Operasi Priha (Blossoms) selama Perang Atrisi.

1982 . Pembantaian Sabra dan Shatilla terhadap warga Palestina di kamp-kamp pengungsi Beirut dilakukan oleh milisi Falangis Lebanon. Pasukan Pertahanan Israel memiliki akses atas daerah itu dan Ariel Sharon mengizinkan milisi menyerang kamp-kamp pengungsi. Di beberapa tempat antara beberapa ratus hingga 3000 orang Palestina dibunuh. Sharon, yang meninggal pada tahun 2014, lolos dari hukuman karena kejahatan perang; bahkan, dia menjadi perdana menteri Israel.

1996 . Pembantaian Qana pertama terjadi ketika rudal Israel menyerang sebuah kompleks PBB di Libanon selatan di mana banyak warga sipil berkumpul mencari perlindungan selama bentrokan antara Israel dan Hizbullah. Lebih dari 100 warga sipil terbunuh. “Israel dikutuk di seluruh dunia, dan Amerika Serikat campur tangan untuk melepaskan sekutunya dari tuntutan,” tulis Avi Shlaim di The Iron Wall.

2006 . Pembantaian Qana kedua terjadi selama perang Libanon ketika rudal Israel menyerang sebuah bangunan di sebuah desa di luar Qana, menewaskan 36 warga sipil, termasuk 16 anak-anak. Israel beralasan, serangan ini sebagai balasan atas penembakan roket Katyusha ke Israel dari wilayah sipil.

Para pelayat Palestina berdoa di sebuah masjid selama pemakaman bagi mereka yang terbunuh di sebuah rumah berlantai tiga milik keluarga Abu Jamaa di Khan Yunis, di Jalur Gaza selatan, pada 21 Juli 2014 akibat pemboman Israel. Menurut angka yang dirilis oleh juru bicara layanan darurat Ashraf al-Qudra, sekitar 15 orang tewas dalam beberapa serangan di Gaza sebelumnya pada 21 Juli, dan 45 mayat ditarik dari puing-puing di daerah yang dilanda pertempuran sengit sehari sebelumnya, 23 dari mereka rumah milik keluarga Abu Jamaa di kota selatan Khan Yunis. Foto oleh Ezz al-Zanoun

2008-2009 . Selama Cast Lead, serangan Israel di Gaza, lebih dari 1400 warga Palestina terbunuh selama 22 hari , sebagian besar dari mereka warga sipil. Banyak yang mati di Qana, ketika mereka meninggalkan rumah mereka ke kompleks PBB dan sekolah, berharap aman. Pembantaian itu membawa kecaman internasional, termasuk oleh Laporan Goldstone kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang menyebutnya sebagai kejahatan perang; tetapi Amerika Serikat di bawah Presiden Obama lagi-lagi membela Israel dari semua tuduhan, dan tidak ada yang dibawa ke pengadilan.

2012 Selama delapan hari “Pillar of Clouds,” Israel membunuh 160 warga Palestina di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Serangan itu meningkatkan Netanyahu dalam jajak pendapat.

2014 . Serangan Israel di Gaza, selama 51 hari, membunuh lebih dari 2.200 warga Palestina, kebanyakan dari mereka adalah warga sipil. Pembantaian ini dilakukan oleh sniper terhadap orang-orang yang tidak bersenjata dan pembantaian terhadap seluruh keluarga, biasanya rumah mereka dihancurkan dengan serangan misil. Sebagai contoh, satu keluarga yang terdiri dari 20 orang tewas. Kecaman internasional lagi-lagi ompong.[]

Sumber: Seeramedia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here