STIE Ahmad Dahlan

Kampus Muhammadiyah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) di Cirendau, Tangerang tiba-tiba mendapat tamu dari pihak aparat keamanan. Pihak kampus kemudian diminta untuk menyerahkan data dosen dan khatib Jumat serta materi khutbah namun tidak diberikan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Mukhaer Pakkana selaku Pimpinan STIEAD memaparkan kronologi bagaimana ketika pihak kepolisian dan TNI yang meminta data dosen dan khatib Jumat. Ia menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung pada hari Kamis tanggal 5 April lalu.

“Saat itu, dari pihak Polsek datang bertamu ke kampus kita STIEAD Tangerang kemudian disambut oleh staf dan keamanan kita. Kemudian mereka minta data, siapa khatib besok dan isi ceramahnya. Dan bukan saja untuk besoknya tapi sekalian semua daftarnya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Senin (09/04/2018).

Ketika mendengar permintaan tersebut, pihak kampus menanyakan surat tugas. Mukhaer mengungkapkan bahwa aparat yang datang tidak memiliki surat tugas.

“Kami tentu nanya ada surat tugas apa tidak. Ketika ditanya surat tugas dia nggak ngasih, mungkin nggak punya. Justru yang dia perlihatkan adalah surat jabatan bahwa beliau ditempatkan di wilayah itu. Akhirnya kita nggak ngasih data,” tuturnya.

Ia memaparkan, sebelumnya pihak Babinsa juga melakukan hal yang sama. Tetapi pihak Babinsa meminta data dosen STIE Ahmad Dahlan. Pihak kampus juga menolak memberikan data ke Babinsa.

BACA JUGA PKS Imbau Sukmawati Akui Kesalahan dan Minta Maaf Terbuka
Mukhaer menjelaskan bahwa pihak kampus telah melakukan kroscek ke Polsek Jatiuwung. Dan polisi membenarkan bahwa yang meminta data dari kepolisian.

“Setelah kita kroscek ke Polsek, ternyata mereka mengakui bahwa yang meminta data anggota Polsek di sini,” tukasnya.

Terkait hal ini, Mukhaer mempertanyakan kehadiran tiba-tiba aparat keamanan ke kampus untuk meminta data dosen. Ia menyatakan tidak menerima perlakuan tersebut.

“Apa urusan kedua institusi itu masuk kampus? Apa aparat itu hadir ke kampus atas perintah? Apakah Kapolri dan Panglima TNI memang punya program sweeping ke kampus?” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak juga memberikan respon serupa. Ia mempertanyakannya kepada Presiden Jokowi, ada urusan apa aparat keamanan mendatangi kampus.

“Apa urusannya Polisi dan TNI masuk ke kampus dan meminta daftar nama Dosen dan Khotib Serta isi Khutbah di Kampus STIE Ahmad Dahlan? Ini apa maksudnya Pak @jokowi panglima TNI, Pak Kapolri???” tulisnya di Twitter.[]

Sumber: Kiblat.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here