Al Imam al Ghazali mengutip perkataan Hatim al Asham, Ia (Hatim) berkata:

“Kulihat masing-masing dari manusia, mereka mempunyai kekasih yang dicintainya. Sebagian kekasih ada yang menemani pada saat sakit hingga matinya. Sebagian lagi menemaninya hingga liang lahat. Lalu semuanya pulang. Ia kini seorang diri di dalam kubur.

Aku lalu berpikir dan berbicara dalam hati, ‘kekasih terbaik adalah yang ikut masuk ke dalam kubur dan memberi ketenangan di dalamnya. Hal itu tidak saya jumpai selain amal perbuatan yang baik.’ Maka amal shalih aku jadikan kekasih agar menjadi pelita dalam kuburku, memberi ketenangan, dan tidak meninggalkan aku sendiri.” (Ayyuha al walad al Muhibbu, hal. 24)

“Ya Allah, jadikan amal-amal dakwah para pengemban dakwah dalam menegakkan Khilafah dan Syariah sebagai kekasih setia,
yang menemani mereka hingga liang lahat, menjadi pelita dalam gelapnya persinggahan mereka di alam kubur, menjadi buaian paling lembut yang menenangkan saat didatangi dua malaikat kubur, dan tidak meninggalkan mereka dalam suasana sepi di dalamnya, Aamiin”

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10211546652811015&id=1505577531

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here