Oleh: Chandra Purna Irawan, S.H., M.H.(ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI.)

Akhirnya terjadi. Pasukan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Prancis bersamaan menggempur Syria dengan serangan udara, Sabtu pagi (14/4). Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengumumkan AS siap melakukan aksi militer di Syria. Trump mengatakan, dia siap untuk mempertahankan serangan sampai pemerintah Assad menghentikan penggunaan senjata kimia.

“Kami siap untuk mempertahankan respons berupa serangan ini sampai rezim Syria menghentikan penggunaan senjata kimia yang dilarang,” kata Trump di Gedung Putih, Jumat (13/4).

Sumber: https://www.jpnn.com/news/amerika-serikat-inggris-dan-prancis-bombardir-syria


Saya akan memberikan tanggapan hukum sebagai berikut:

1. Upaya “pembelaan” AS dan sekutunya terhadap warga Suriah yang diserang gas beracun oleh Presidennya sendiri Bashar Al Assad, dengan cara menggempur Syria dengan serangan udara tidak bisa dibenarkan karena akan menimbulkan korban sipil yang lebih banyak.

2. Perang di Suriah yang telah berlangsung selama 7 (tujuh) tahun, seluruh dunia menyaksikan Tragedi Kemanusiaan yang sangat mengerikan, ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan muslim Suriah di Aleppo, Ghouta, meninggal akibat serangan dari Pemerintah atau negaranya sendiri.

3. Ada yang bertanya apakah bisa Bashar Assad, Rusia, AS, dan negara yang terlibat dalam genosida di Aleppo, Ghouta, dll di Suriah, dibawa ke Mahkamah Pidana Internasional?

4. Saya jawab secara ‘dejure’ bisa, tetapi secara ‘defacto’ sangat sulit. Mahkamah Pidana Internasional hanya akan bisa berjalan jika ada kekuatan politik yang mendorong. Siapa? Yaitu PBB. Tetapi PBB akan sulit karena yang memegang hak veto adalah AS, Rusia, Inggris, dll.

5. Bahwa Berdasarkan pasal 1 Konvensi Genosida, “The Contracting Parties confirm that genocide, whether committed in time of peace or in time of war, is a crime under international law which they undertake to prevent and to punish.”

6. Bahwa berdasarkan pasal 6 Statuta Roma, dinyatakan bahwa “’genocide’ means any of the following acts committed with intent to destroy, in whole or in part, a national, ethnical, racial or religious group, as such: (a) Killing members of the group; (b) Causing serious bodily or mental harm to members of the group; (c) Deliberately inflicting on the group conditions of life calculated to bring about its physical destruction in whole or in part; (d) Imposing measures intended to prevent births within the group; (e) Forcibly transferring children of the group to another group”.

7. Berdasarkan Statuta Roma tentang Pengadilan Pidana Internasional dan Konvensi Genosida, saya menganalisis tindakan yang diambil terhadap penduduk Aleppo, Ghouta, dll di Suriah termasuk genosida. Saya menggunakan 2 (dua) metode, yaitu ‘Actus Reus’ (aksi) dan ‘Mens Rea’ (niat jahat) dalam serangan tersebut.

8. Kelemahan Mahkamah Pidana Internasional. Pertama; ICC bukan organ PBB, meskipun bukan organ PBB, Dewan Keamanan PBB berperan penting dalam operasional mahkamah ini (ICC). Dan kita pun tahu bahwa Dewan Keamanan PBB tak lepas dari kepentingan-kepentingan politis.

9. Kedua, statuta ICC mendahulukan otoritas hukum nasional (legal remedies) untuk terlebih dahulu mengadili pelaku kejahatan HAM berat berat. Artinya menunggu lebih dahulu pengadilan suriah untuk mengadili Presidennya sendiri. Rasanya akan sangat sulit

10. Ketiga, kendala adanya kekebalan hukum (immunity) terhadap para petinggi negara ataupun pimpinan pemerintahan yang sedang menjabat. Hal mana diakui pula oleh hukum internasional.

11. Penjelasan di atas, menggambarkan tidak mungkin kita berharap kepada Mahkamah Pidana Internasional untuk mengadili Bashar Assad, AS, Rusia, dan sekutunya.

12. Aleppo, Ghout,a dan seluruh dunia Muslim menanti kembalinya Khilafah Rasyidah yang akan membebaskan tanah-tanah itu dan melindungi semua orang.

13. Jika ingin menolong, apa harus nunggu khilafah? Tidak perlu, lakukan apa yang bisa dilakukan misalnya berdoa, mengirim bantuan sandang pangan papan, medical, melakukan diplomasi, perjuangan hukum, dll.

14. Semoga Allah SWT membantu kaum muslimin di Suriah dengan memberikan kemenangan.

Demikian Pernyataan saya sampaikan.
Wallahua’lambishawab

[Muslimah news]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here