Benjamin Ladraa

Seorang aktivis yang memulai perjalanan panjang dari negaranya, Swedia, ke Palestina, saat ini telah mencapai Provinsi Duzce barat laut Turki pada Ahad (15/4/2018).

Benjamin Ladraa (25), melintasi Jerman, Austria, Slovenia, Kroasia, Serbia dan Bulgaria untuk mencapai Istanbul pekan lalu. Perjalanan panjangnya ke Palestina bertujuan untuk memprotes kebiadaban Zionis dan meningkatkan kesadaran dunia tentang pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina yang diduduki penjajah tersebut.

Ladraa berada di Duzce, Turki pada Ahad kemarin. Dia akan terus berjalan kaki melalui Suriah dan Lebanon untuk mencapai Palestina.

“Jika saya tidak bisa masuk Palestina, saya akan mencoba memberi tahu media tentang hal itu,” katanya seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency, Senin (16/4).

Ladraa menunjukkan bahwa dia begitu tersentuh dalam perjalanan tiga minggunya ke Palestina pada April 2017 tahun lalu. Setelah itu, dia memutuskan untuk “memberi tahu dunia tentang situasi di Palestina”.

Ladraa menyatakan keterkejutannya dengan apa yang dia lihat di sana. Ia mengungkapkan, tentara (penjajah) berjalan di sepanjang jalan membawa senapan mesin M-60.

“Setelah tiga minggu saya kembali dan ingin melakukan sesuatu untuk meningkatkan kesadaran tentang pelanggaran hak asasi manusia di Palestina,” kata Ladraa yang lahir dari orang tua Yahudi itu.

Menurutnya, masalah utama Palestina adalah hak asasi manusia. Bukan hanya warga Gaza, ujarnya, tetapi semua orang Palestina berada di bawah tekanan dan mereka semua menderita.

“Itulah sebabnya mengapa saya berusaha menarik perhatian dunia terhadap penderitaan rakyat Palestina,” tambahnya.

Maka Ladraa kembali melakukan perjalanannya ke tanah Palestina. Perjalanannya sudah hampir delapan bulan. Tujuannya adalah untuk menarik perhatian terkait pendudukan terhadap tanah Palestina dan mengilhami lebih banyak orang untuk berkampanye demi perubahan.

Dia memposting foto-foto perjalanannya di akun Facebook dan Instagram-nya dengan tagar #WalkToPalestine.

Ladraa akan tiba di ibu kota Turki, Ankara, sepekan mendatang. Dia diperkirakan akan menyelesaikan perjalanannya (tiba di Palestina) pada Juni atau Juli mendatang.Dalam perjalanannya sekarang, Ladraa membawa bendera Palestina di punggungnya dan sebuah keffiyeh, simbol kemerdekaan Palestina, dari balik bahunya.

“Saya pikir semua orang bisa dan harus memberi sedikit waktu untuk melakukan sesuatu bagi orang lain,” ujar Ladraa saat ia berangkat dari Beograd pada 10 Februari 2018 lalu.[]

Sumber: Salamonline

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here